- Sedekah Air Wonosobo Tebar Nasi Bungkus di Awal Syawal 1447 H, Wujud Kepedulian Sosial Berkelanjutan
- Santunan dan Buka Bersama Anak Yatim di Griya Amanah Banjarnegara Berlangsung Penuh Kehangatan
- Transparansi Publik, Sedekah Air Wonosobo Rilis Laporan Keuangan Tahun 2025
- Sapa Mahasiswa UNSIQ, Yayasan Sedekah Air Wonosobo Tebar Paket Iftar di Hari ke-9 Ramadhan 1447H
- Resik Resik Masjid Wonosobo Gelar Aksi ke-337 di Masjid Al Ghufron Jlamprang
- RRM Wonosobo Gelar Resik-Resik Masjid di Masjid Al Falah
- Tebar Ifthar Wonosobo, Hadirkan Berkah di Setiap Senja Ramadhan
- Sedekah Air Wonosobo Bagikan 200 Nasi Bungkus untuk Pekerja dan Warga di TPA hingga Sekitar Alun-alu
- Resik-Resik Masjid Wonosobo Seri ke-331 Digelar di Masjid Baitul Hasanah
- RRM 330 Digelar di Masjid Chabibullah Idris Bugangan Wonosobo, Gratis untuk Masyarakat
K.H. Muhammad Hasyim Asyari
Pendiri sekaligus Rais Akbar (pimpinan tertinggi pertama) organisasi massa Islam, Nahdlatul Ulama

K.H. Muhammad Hasyim Asy'ari (14 Februari 1871 – 25 Juli 1947) adalah seorang ulama, pahlawan nasional, serta merupakan pendiri sekaligus Rais Akbar (pimpinan tertinggi pertama) organisasi massa Islam, Nahdlatul Ulama.
Ia memiliki julukan Hadratussyaikh yang berarti mahaguru dan telah hafal Kutub al-Sittah (6 kitab hadits), serta memiliki gelar Syaikhu al-Masyayikh yang berarti Gurunya Para Guru.[1] Ia adalah putra dari pasangan K.H. Asy'ari dengan Ny. H. Halimah, dilahirkan di Desa Tambakrejo, Jombang, Jawa Timur, dan memiliki salah satu anak bernama K.H. A Wahid Hasyim yang juga merupakan pahlawan nasional perumus Piagam Jakarta, serta cucunya yakni K.H. Abdurrahman Wahid, merupakan Presiden RI ke-4.
Sumber dan selengkapnya ada di
Baca Lainnya :
https://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Hasyim_Asy%27ari
.png)





